Panji Sukma Penulis Buku Sang Keris dan Kuda Diduga Lakukan Pelecehan, Mojok Hingga Gramedia Resmi Black List!
--
JOINNOOP - Penulis novel Panji Sukma sering dibicarakan dalam beberapa minggu terakhir. Ia diduga melakukan pelecehan seksual dan manipulasi terhadap korban dengan kedok sebagai mentor penulisan.
Kasus ini menjadi viral setelah korban membongkarnya di media sosial. Dua penerbit mengakhiri kontrak mereka, menangguhkan penjualan tiga novelnya, dan memboikotnya.
Penulis novel tersebut, Sang Keris, angkat bicara mengenai insiden tersebut.
Baca juga: Radio Wijang Songko FM Kediri Resmi Tutup Siaran, Mulai 1 April 2026 Setelah 58 Tahun Mengudara!
Baca juga: Sosok Arvi Bawang Batang Viral usai Joget Tanpa Busana, Diduga Alami Gangguan Psikis!
"Yang pasti saat ini semua buku saya ditarik, setahu saya, dari media juga," kata Panji dalam konferensi pers di kawasan Sukoharjo pada Rabu (1 April 2026), seperti dikutip detikJateng.
Selain Buku Mojok, Gramedia Pustaka Utama (GPU) juga mengakhiri kontraknya dengan Panji Sukma. Panji juga masuk daftar hitam Dewan Kesenian Jakarta. Mengenai hal ini, Panji mengatakan ia menghormati posisi rekan-rekannya.
“Soal kolega-kolega saya, saya menghormati mereka. Saya tidak mau menyangkutkan kasus ini pada mereka, karena mereka diserang habis-habisan oleh netizen,” katanya.
Ia mengakui bahwa, sejak isu pelecehan seksual terungkap, ia bukan satu-satunya yang dikritik. Beberapa temannya dan organisasi juga terlibat dalam kasus pelecehan seksual tersebut.
Baca juga: Kades Mulyodadi Sidoarjo Diduga Korupsi Rp 995 Juta, Penyelidikan Hingga Penahanan Tengah Dilakukan!
Setelah kasus tersebut terungkap, penerbit Mojok mengambil inisiatif. Pada Senin malam (30 Maret), Gramedia Pustaka Utama (GPU), penerbit Sang Keris dan Kuda, menerbitkan pernyataan resmi yang mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualan karya tersebut.