Friday 3rd of April 2026

Gempa Bumi M 7,6 Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Waspada Tsunami Himbau Warga Setempat!

Gempa Bumi M 7,6 Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Waspada Tsunami Himbau Warga Setempat!

--

JOINNOOP - Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang lepas pantai Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pada pukul 06.48 WIB (atau 05.48 WIB) Kamis, 2 April. Getaran dirasakan oleh warga Bitung dan Manado (Sulawesi Utara), serta Ternate (Maluku Utara).

Sejauh ini, gempa tersebut telah menyebabkan satu orang meninggal dan satu orang lainnya terluka di Manado, yang tertimpa puing-puing bangunan, menurut tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR).

Baca juga: Harga Plastik Naik Cekik Pedagang UMKM, Ternyata Ini Penyebab Kenaikan Hingga 100%

Baca juga: Lansia Meninggal Mengapung di Dermaga Pelabuhan Petrokimia Gresik Sudah Dievakuasi, Penyebab Kematian Masih Proses Investigasi

"Jalanan aspal sampai bergoyang, kencang banget," kata Isvara Safitri, warga desa Teling Atas di Manado.

"Kepala saya sampai pusing," tambahnya. Beberapa perabot di kamarnya, termasuk lemari pakaian, bergetar selama beberapa detik.

Ia juga mendengar suara yang ia gambarkan sebagai "bunyi gemuruh," tetapi tidak dapat mengidentifikasi sumber suara tersebut. Safitri memilih untuk meninggalkan rumahnya segera setelah gempa.

Di dekat rumahnya, banyak warga sudah "panik." Tidak ada bangunan yang rusak di dekatnya. Safitri tinggal di pusat kota Manado, sekitar satu kilometer dari stadion yang rusak akibat gempa.

"Kayaknya ini gempa paling kencang selama saya tinggal enam tahun di Manado," kata Safitri, seorang jurnalis.

Gempa yang dirasakan Safitri berkek magnitude 7,6. Pusat gempa berada di laut, tenggara kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2 April) pukul 05.48 WIB.

Safitri tinggal di pusat... tenggara kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2 April) pukul 05.48 WIB. Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pusat gempa berada pada koordinat 1,25°N dan 126,25°E, pada kedalaman 62 kilometer.

Para pasien dievakuasi dan menerima perawatan di luar gedung rumah sakit. Sementara itu, puluhan pasien dievakuasi dengan tergesa-gesa dari Rumah Sakit Siloam di Manado setelah gempa bumi.

Baca juga: Isi Gugatan Cerai Dokter Eca Prasetya Bocor ke Publik, Fakta Perselingkuhan

Sebagian ditampung di lobi dan halaman rumah sakit, dan sebagian lainnya bahkan di dalam kendaraan. Seorang pasien, Admini (69), menggambarkan momen panik ketika gempa bumi melanda wilayah tersebut.

Ia mengaku awalnya tidak menyadari situasi darurat tersebut.

"Kami sementara duduk, minum teh. Mereka kira itu cuma anak goyang-goyang. Tidak tahu kalau itu gempa," katanya.

Namun, situasi berubah ketika teriakan mulai terdengar.

"Anak sudah berteriak, 'Mbak, Mbak, mari turun, cepat turun.' Jadi langsung turun cari tangga darurat," katanya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST