Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15E dan A-10 Amerika Serikat, Ketegangan di Selat Hormuz Mencapai Puncak
--
JOINNOOP – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memanas saat militer Iran berhasil menembak jatuh dua unit pesawat tempur milik Amerika Serikat, yakni tipe F-15E Strike Eagle dan A-10 Thunderbolt II pada Jumat tanggal 3 April 2026. Insiden ini berlangsung dalam situasi meningkatnya tensi konflik bersenjata yang telah sering terjadi selama beberapa pekan terakhir di wilayah teluk tersebut.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Korps Garda Revolusi Islam, jet tempur tipe F-15E Strike Eagle berhasil dihindari dan dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara terbaru Iran saat melintasi Iran dari wilayah udara tengah.
Saat ini, militer Amerika Serikat sedang fokus pada misi penyelamatan besar-besaran yang disebut Combat Search and Rescue (CSAR). Misi ini bertujuan untuk menyelamatkan kru yang terjebak di wilayah musuh.
Sebelumnya, dua awak pesawat tempur F-15E berhasil diselamatkan. Penyelamatan ini dilakukan setelah operasi pencarian yang rumit dengan menggunakan helikopter HH-60 Pavehawk dan pesawat C-130 Hercules. Kabar baik ini disampaikan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin, 6 April 2026.
Namun, situasi diplomatik semakin memanas. Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran. Trump meminta Iran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz sebelum Selasa malam waktu setempat. Jika tidak, AS akan melakukan serangan balasan besar-besaran pada infrastruktur penting Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan.