VIRAL! Baliho Film 'Aku Harus Mati' Ramai-Ramai Diturunkan, Buntut Dari Campaign yang Dinilai Tidak Sensitif
--
JOINNOOP – Bikin geger! Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai Baliho Film 'Aku Harus Mati' yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!
Baru-baru ini baliho bertuliskan “Aku Harus Mati” akhirnya diturunkan setelah menuai keluhan warga. Konten visualnya dinilai sensitif dan bikin tidak nyaman bagi sebagian masyarakat.
"Yang seperti-seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat. Maka ini tidak boleh terulang kembali," ujar Pramono Anung dalam keterangannya pada Senin (6/4/2026)
Lantaran hal ini, Pemprov DKI menegaskan akan lebih selektif dalam pengawasan iklan di ruang publik. Kasus ini jadi pengingat bahwa promosi tetap harus memperhatikan dampaknya ke masyarakat luas.
Sinopsis Film Aku Harus Mati
Film Aku Harus Mati mengangkat kisah Mala (Hana Saraswati), perempuan kota besar yang terjebak gaya hidup hedon dan obsesi pada validasi sosial. Demi tampil glamor, Mala nekat berutang hingga hidupnya kian terpuruk.
Berusaha mencari ketenangan, ia pulang ke panti asuhan tempat masa lalunya bermula dan kembali bertemu dua sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jogo (Bambang Paningron), pengelola panti yang ia anggap sebagai orang tua sendiri.
Namun, kepulangan Mala justru membuka rangkaian peristiwa ganjil yang mengubah niatnya untuk menenangkan diri menjadi pencarian jati diri yang penuh misteri. Bersama Tiwi dan Nugra, Mala menelusuri sebuah rumah misterius di tengah hutan, tempat gangguan roh jahat terus menghantui mereka.
Teror demi teror perlahan menguak rahasia kelam masa lalu sebuah keluarga yang tersimpan rapat. Film ini menyajikan horor yang dekat dengan realita, menyoroti sisi gelap manusia yang rela mengorbankan segalanya, bahkan jiwanya sendiri, demi harta dan pengakuan.