Profil Reynanda Primta Ginting: Calon Jaksa Berprestasi yang Gugur Saat Mengejar Saksi Korupsi di Sungai Silau Sumatera Utara
--
JOINNOOP - Reynanda Primta Ginting, calon jaksa Kejaksaan Negeri Simalungun yang meninggal dunia pada Juli 2025, dikenang sebagai sosok pintar, humble, dan berdedikasi tinggi. Lahir 20 Juni 1999 di Deli Serdang, pria berusia 26 tahun ini merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Reynanda menamatkan SMA Negeri 2 Kabanjahe, Kabupaten Karo, sebelum melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor.
Baca juga: Update Harga Rumput Jepang 2026 dan Cara Menanamnya agar Tumbuh Sehat, Hijau, dan Estetis
Cita-citanya menjadi jaksa sudah tertanam sejak lama. Ia sempat gagal pada tes calon jaksa sebelum akhirnya lolos sebagai CPNS Kejaksaan angkatan 2025 dan mulai bertugas sebagai staf Analis Penegakan Hukum di Seksi Pidana Khusus Kejari Simalungun sejak Juni 2025.
"Dia ini sosok yang sangat baik, humble anaknya, dan dia sangat aktif di kegiatan agama," ujar Franta Sitepu, kerabat dekat, saat ditemui di rumah duka Pancur Batu, Jumat (4 Juli 2025). "Dia anak pintar, baik. Kalau dicari buruknya tidak ada sama sekali. Sosok yang selalu hadir dalam setiap kegiatan keagamaan."
Tragedi terjadi saat Reynanda ikut tim jemput paksa saksi kasus korupsi dana desa Banjar Hulu. Kardianto, Kepala Desa Banjar Hulu, diduga menggelapkan dana lebih Rp 300 juta. Karena mangkir panggilan berulang, tim Pidsus bertindak di Asahan. Saat Kardianto lompat ke Sungai Silau, Reynanda terjun menyelamatkan warga pembantu, M. Safari Siregar, yang kelelahan.