Radio Wijang Songko FM Kediri Resmi Tutup Siaran, Mulai 1 April 2026 Setelah 58 Tahun Mengudara!
--
“Program Pak Piket hadir malam hari untuk menemani pekerja shift, penjaga warung, sampai masyarakat yang masih beraktivitas. Sementara siaran pagi jadi andalan untuk membangunkan pendengar dan mengiringi aktivitas awal hari,” jelasnya.
Informasi yang kami lansir dari detik.com, selain sebagai sumber hiburan, RWS juga dikenal sebagai tempat lahirnya banyak penyiar berbakat. Suasana kekeluargaan yang kuat menjadikan stasiun radio ini sebagai ruang pengembangan penyiar, dengan karakter yang kelak menjadi bagian dari hati para pendengar.
Nama Wijang Songko sendiri berasal dari bahasa Jawa dan berarti "putih bersih". Filosofi ini mencerminkan komitmen stasiun radio untuk menyediakan siaran yang jelas, ramah, dan menyenangkan bagi masyarakat.
Sepanjang sejarahnya, RWS juga telah melakukan berbagai kegiatan di luar siaran. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi jalan santai yang menarik banyak orang dan menyebabkan kemacetan jalan, hingga kuis interaktif yang menjangkau pendengar dari Kediri, Nganjuk, Tulungagung, dan Trenggalek.
Baca juga: Fakta Kasus Slamet Priyanto Kades Mulyodadi Sidoarjo, Lakukan Pungli Rp 995 Juta Tuai Kecaman Warga!
Berakhirnya RWS meninggalkan kesan mendalam pada para pendengar setianya. Bagi sebagian orang, stasiun radio ini lebih dari sekadar alat komunikasi; ia adalah teman setia dalam hidup mereka.
"Sedih, biasanya selalu ada dari pagi sampai sore menemani di rumah," kata seorang pendengar, Tata Tomato.