Monday 4th of May 2026

Kasus Kematian Dokter Internship di Jambi: Investigasi Beban Kerja dr. Myta Aprilia Azmy

Kasus Kematian Dokter Internship di Jambi: Investigasi Beban Kerja dr. Myta Aprilia Azmy

--

Kronologi dan Dugaan Beban Kerja

Kasus ini mulai memicu reaksi publik setelah muncul laporan mengenai kondisi kerja yang dialami almarhumah selama bertugas. Dr. Myta dikabarkan tetap menjalankan kewajiban jaganya di bangsal dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) meskipun kondisi fisiknya sedang menurun sejak Maret lalu.

Dugaan bahwa ia bekerja selama berbulan-bulan tanpa libur yang memadai menjadi inti dari kegelisahan komunitas medis saat ini. Kondisinya mencapai titik kritis ketika saturasi oksigennya dilaporkan turun secara drastis di bawah ambang batas normal.

Baca juga: Tinjauan Medis Mengenai Praktik Totok Daun Sirih Terkait Terapi Bayi: Belajar dari Kasus Intan Retno Safitri

Baca juga: Profil dan Biodata Zhao Qing, Pemeran Shen Qing Mu Prajurit Wanita Tangguh di Drama Shadows of Desire (2026)

Baca juga: Kepolisian Metropolitan Seoul Layangkan Surat Perintah Penangkapan Bang Sihyuk, Imbas dari Pelanggaran Bursa Saham Ilegal

Setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, ia dinyatakan meninggal dunia bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Ironi ini seolah mempertegas pesan bahwa hak-hak dasar pekerja, termasuk hak atas kesehatan bagi tenaga medis, masih menjadi tantangan besar di negeri ini.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi pemangku kebijakan kesehatan di Indonesia. Kesejahteraan dokter bukan hanya soal insentif, melainkan juga perlindungan kesehatan fisik dan mental.

Beban kerja yang melampaui batas kemampuan manusiawi tidak hanya berisiko bagi tenaga medis itu sendiri, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kualitas pelayanan bagi pasien.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST