Viral Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dipaksa Sujud dan Diintimidasi di Israel. Langsung Menuai Kecaman Dunia!
--
Kehebohan publik memuncak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, merilis video amatir melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu, 20 Mei 2026. Di dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas ratusan aktivis internasional dalam posisi berlutut dan dipaksa bersujud di lantai semen pelabuhan. Tangan para tahanan tampak terikat erat ke belakang menggunakan tali pengikat plastik (zip-tie) di bawah penjagaan ketat aparat bersenjata lengkap.
Sambil berjalan mengitari para aktivis yang tertunduk, Ben-Gvir terekam mengibarkan bendera Israel dan melontarkan kalimat bernada ejekan.
Baca juga: Daftar Judul Film Nicholas Saputra Terbaik, Mulai dari Kisah Romansa Hingga Film Musikal!
"Mereka datang dengan penuh kebanggaan sebagai pahlawan besar. Lihat bagaimana mereka sekarang, lihat, lihat bagaimana mereka sekarang. Bukan pahlawan atau apa pun, mereka pendukung teroris," ujar Ben-Gvir di depan kamera dengan latar belakang lagu kebangsaan Israel yang sengaja dikumandangkan lewat pengeras suara.
Selain Ben-Gvir, Menteri Transportasi Israel Miriam Regev juga memberikan pernyataan serupa yang menuduh konvoi kemanusiaan tersebut tidak murni membawa misi bantuan sosial. Regev menegaskan bahwa para aktivis adalah simpatisan teror yang tidak layak dilepaskan begitu saja dan harus dijatuhi hukuman penjara sebelum dideportasi kembali ke negara asal masing-masing.
Aksi provokatif yang diunggah oleh Itamar Ben-Gvir ternyata tidak hanya memicu kemarahan di luar negeri, melainkan juga memicu gesekan tajam di dalam internal kabinet Israel sendiri. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka melayangkan teguran keras terhadap menterinya tersebut.
Melalui pernyataan resmi di akun X miliknya, Netanyahu menegaskan bahwa cara yang digunakan oleh Ben-Gvir dalam menangani para aktivis konvoi bantuan tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh negara Israel.