Alasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Batal Berangkat Haji Tahun Ini, Ternyata Ini Penyebabnya Bisa Gagal
--
Menkeu menyangkal keras asumsi tersebut dan menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dengan baik. Tidak ada keterkaitan sama sekali antara keputusan pembatalan hajinya dengan indikator makroekonomi maupun isu kebijakan fiskal yang sedang berjalan.
Selain faktor ekonomi, publik juga menduga adanya tugas kedinasan darurat atau instruksi mendesak dari Presiden Prabowo Subianto yang membuat Menkeu harus membatalkan izin cutinya.
Baca juga: Perayaan Hari Tatar Sunda 18 Mei 2026, Jadi Peringatan Identitas Budaya Sunda Zaman Lampau!
Purbaya meluruskan hal ini dengan menyatakan bahwa urusan pekerjaan kabinet tidak menjadi penghalang utama bagi rencana ibadahnya, sehingga pembatalan ini murni terjadi di luar konteks tekanan birokrasi pemerintahan.
Fakta pendukung lainnya menunjukkan bahwa pembatalan ini tidak hanya berlaku bagi Purbaya secara individu selaku pejabat publik, melainkan terjadi pada seluruh anggota keluarganya yang terdaftar dalam satu rombongan. Berdasarkan jadwal manifes perjalanan, Menkeu bersama keluarga besarnya semula dijadwalkan bertolak ke Arab Saudi pada Kamis, 21 Mei 2026 untuk menjalani ibadah haji dengan durasi singkat selama 10 hari. Karena seluruh rombongan keluarga ikut batal terbang, hal ini mengindikasikan adanya kendala non-dinas yang dialami secara kolektif.
Meskipun mengaku sedih karena impian untuk berdoa demi kemajuan ekonomi Indonesia di depan Ka'bah harus tertunda, Purbaya menyatakan pasrah dan berlapang dada.
Fokus pihak keluarga saat ini adalah mengurus proses administrasi penjadwalan ulang porsi keberangkatan dengan pihak travel atau penyelenggara ibadah haji khusus agar dapat masuk ke dalam kuota prioritas penerbangan pada musim haji tahun mendatang.