Saturday 30th of May 2026

Yasinta Moiwend Tokoh Adat Papua Kini Bongkar Skenario Film Pesta Babi yang Ternyata Merugikan, Mengaku Ditipu Salah Satu Aktivis

Yasinta Moiwend Tokoh Adat Papua Kini Bongkar Skenario Film Pesta Babi yang Ternyata Merugikan, Mengaku Ditipu Salah Satu Aktivis

--

tas dasar pemanfaatan sepihak tersebut, perwakilan suku Marind Anim ini secara tegas menuntut agar pembuat film segera menurunkan fotonya dari poster promosi dan menghentikan seluruh aktivitas peredaran serta pemutaran film Pesta Babi di seluruh Indonesia.

Seiring dengan mencuatnya protes tersebut, Yasinta Moiwend mengejutkan publik dengan mendeklarasikan perubahan arah sikap politiknya yang kini berbalik mendukung penuh kelanjutan proyek pembangunan korporasi dan ketahanan pangan nasional di Merauke. Mama Sinta menyatakan telah memutus hubungan kerja sama dengan LBH pendamping dan memilih untuk mencari pekerjaan yang lebih stabil di perusahaan swasta demi merehabilitasi rumah tinggalnya serta menjamin masa depan ekonomi ketiga anaknya.

Baca juga: Link Video Viral Bu Guru Bahasa Inggris Part 2 dengan Durasi Panjang, Masih Ada Part Lainnya yang Belum Kepublish?

Baca juga: Bencana Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi: Ribuan Warga Terdampak, Jalur Transportasi Lumpuh

Ia juga menyampaikan permohonan langsung kepada jajaran pemerintah pusat agar mempercepat pembangunan fasilitas umum seperti akses jalan layak, pusat kesehatan, dan pendidikan di kampung halamannya agar warga lokal dapat segera menikmati dampak kesejahteraan ekonomi nyata.

Merespons gelombang polemik dan tuduhan penjebakan yang dilontarkan oleh tokoh adat tersebut, sutradara Dandhy Laksono bersama tim produksi langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk menenangkan situasi digital. Dandhy mengimbau kepada masyarakat luas, aktivis lingkungan, dan netizen agar tidak terburu-buru menghakimi atau memojokkan pilihan hidup baru yang diambil oleh Mama Sinta saat ini.

Pihak sutradara menekankan bahwa publik luar tidak pernah tahu secara pasti tekanan psikologis atau kondisi riil yang sedang dialami oleh Yasinta Moiwend di pedalaman Papua, dan menegaskan bahwa setiap masyarakat adat memiliki hak asasi mutlak untuk menentukan jalannya sendiri tanpa intervensi narasi dari pihak mana pun.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST