Bocor! Link Video Vell TikTok Blunder 8 Menit Full No Sensor yang Lagi Buruan Netizen, Ini Isi Rekaman Aslinya
--
Halaman tersebut biasanya dirancang menyerupai tampilan masuk akun media sosial resmi dan memaksa korban untuk memasukkan nama pengguna serta kata sandi agar bisa melihat video. Jika data tersebut dimasukkan, maka dalam hitungan detik akun media sosial korban akan langsung dikuasai oleh peretas.
Bahaya lain yang mengancam dari tautan ilegal "Vell TikTok Blunder" ini adalah infeksi perangkat lunak berbahaya (*malware*). Banyak dari tautan jebakan tersebut yang secara otomatis memicu pengunduhan berkas tanpa izin di latar belakang perangkat, terutama berkas berformat aplikasi (.apk) palsu yang menyamar sebagai pemutar video. Jika aplikasi berbahaya ini terpasang di telepon genggam, pelaku dapat menyadap seluruh aktivitas korban, membaca pesan singkat (SMS), merekam ketikan kibor, hingga mencuri kode OTP perbankan.
Baca juga: Wisatawan Asal Austria Ditemukan Tewas Saat Diving di Perairan Alor NTT, Ini Kronologi Lengkapnya
Dampaknya, korban tidak hanya kehilangan akun media sosial mereka, tetapi juga berisiko mengalami kerugian materiel akibat pembobolan saldo rekening tabungan atau aplikasi dompet digital.
Menyikapi maraknya peredaran isu hoaks bermodus konten sensitif ini, pihak kepolisian melalui Direktorat Tindak Pidana Siber mengimbau keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan ataupun mengeklik tautan-tautan mencurigakan tersebut.
Tindakan menyebarkan tautan yang diklaim berisi konten pornografi atau berita bohong yang meresahkan juga dapat dijerat sanksi pidana berat sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Langkah paling aman bagi pengguna internet saat ini adalah mengabaikan tren pencarian tersebut, mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun digital, dan segera melakukan pemindaian antivirus jika telanjur mengeklik tautan ilegal demi menjaga keselamatan data pribadi.