Heboh Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobilnya, Diduga Jadi Korban Intimidasi Setelah Demo di Yogyakarta
--
Menanggapi ancaman terhadap keamanan pribadinya, eks Ketua BEM UGM beserta tim penasihat hukumnya tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis, termasuk melaporkan temuan ini ke pihak kepolisian.
Korban juga berencana membawa barang bukti berupa alat pelacak dan kartu SIM di dalamnya untuk dilacak lebih lanjut guna mengetahui siapa pembeli atau pengendali perangkat tersebut.
Pihak regional maupun organisasi alumni juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan agar tidak menimbulkan bola liar dan spekulasi yang dapat memperkeruh iklim demokrasi di lingkungan akademik.
Tiyo melanjutkan, dirinya tidak mengetahui siapa sosok yang memasang alat pelacak di kendaraannya. "Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini berkuasa," kata dia.
"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," sesalnya.
Sebelumnya, pada Februari lalu, Tiyo juga mengaku mendapat serangkaian teror setelah dirinya dan pengurus BEM UGM melayangkan surat ke UNICEF terkait peristiwa anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).