Tragis! Wang Yefei Influencer asal China Meninggal Saat Live Streaming Views Ratusan Ribu Penonton
--
JOINNOOP - Dunia media sosial kembali dikejutkan oleh peristiwa tragis ketika seorang influencer dilaporkan meninggal dunia saat sedang melakukan siaran langsung. Kejadian ini menjadi viral karena berlangsung secara real-time di hadapan ratusan ribu penonton yang awalnya mengira situasi tersebut hanyalah bagian dari konten biasa.
Insiden tersebut tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memicu diskusi luas tentang tekanan kerja di industri live streaming yang kerap menuntut kreator untuk tampil dalam durasi panjang tanpa jeda yang cukup.
Kronologi Wang Yefei Meninggal Saat Live Streaming
Peristiwa ini dialami oleh seorang influencer asal China bernama Wang Yefei, yang dikenal aktif melakukan siaran langsung untuk menjual produk, terutama pakaian wanita. Ia memiliki basis penggemar cukup besar dan rutin melakukan live streaming hampir setiap hari.
Pada hari kejadian, Wang memulai siaran seperti biasa di pagi hari. Awalnya, tidak ada hal yang mencurigakan. Ia tampil energik, memperagakan produk, serta berinteraksi dengan penonton yang jumlahnya terus meningkat.
Namun sekitar 30 hingga 36 menit setelah siaran berlangsung, situasi berubah drastis. Wang tiba-tiba terlihat memegangi kepala dan lehernya sambil meringis kesakitan. Ia bahkan berulang kali mengatakan bahwa dirinya merasa tidak enak badan.
Kondisinya dengan cepat memburuk. Ia meminta bantuan orang di sekitarnya untuk memijat bagian leher dan bahunya, serta meminta staf segera menghubungi layanan darurat. Dalam kondisi panik, Wang sempat mengatakan bahwa dirinya akan pingsan sebelum akhirnya benar-benar kolaps di tengah siaran yang masih berlangsung.
Tak lama setelah itu, siaran langsung terputus. Wang segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis, diketahui bahwa Wang Yefei meninggal akibat pendarahan batang otak (brainstem hemorrhage). Kondisi ini merupakan gangguan serius yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu sangat cepat.
Yang mengejutkan, seluruh proses dari munculnya gejala hingga meninggal dunia terjadi dalam waktu yang sangat singkat, yakni hanya sekitar 10 menit.
Sebelumnya, Wang memang diketahui sering mengalami sakit kepala. Namun, ia tetap memaksakan diri untuk bekerja dan bahkan mengandalkan obat pereda nyeri agar tetap bisa tampil di depan kamera.
Kasus ini membuka perhatian publik terhadap realitas di balik dunia live streaming yang terlihat glamor. Banyak influencer harus bekerja dalam durasi panjang demi menjaga engagement dan pendapatan.
Wang sendiri diketahui sering melakukan siaran selama 7 hingga 10 jam setiap hari. Bahkan, waktu tidurnya hanya sekitar 4 hingga 5 jam per malam.
Sebagai seorang ibu tunggal, ia juga menangani hampir seluruh aspek bisnisnya sendiri, mulai dari promosi produk hingga pengiriman barang. Tekanan kerja yang tinggi ini diduga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi kesehatannya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada satu orang. Dalam beberapa tahun terakhir, industri live streaming di China memang sering dikaitkan dengan kasus kelelahan ekstrem akibat jam kerja yang berlebihan.
Video detik-detik kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan mengundang berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang mengaku syok karena menyaksikan langsung momen tersebut tanpa mengetahui bahwa itu adalah situasi darurat.
Sebagian penonton awalnya mengira bahwa ekspresi kesakitan yang ditampilkan Wang adalah bagian dari konten. Namun, setelah diketahui bahwa kejadian tersebut nyata, simpati dan duka langsung membanjiri berbagai platform.
Kasus ini juga memicu perdebatan tentang tanggung jawab platform digital dalam melindungi kreator, serta pentingnya edukasi kesehatan bagi para pekerja di industri digital.