Saturday 30th of May 2026

Kelanjutan Tol Getaci Masih jadi Misteri, Dua Kali Gagal Lelang Bikin Investor Tak Berani Maju!

Kelanjutan Tol Getaci Masih jadi Misteri, Dua Kali Gagal Lelang Bikin Investor Tak Berani Maju!

--

JOINNOOP - Proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang ambisius kembali tersandung. Kegagalan tender jalan tol Getaci bukan lagi sekadar rumor; hal ini telah terjadi dua kali.

Proyek jalan tol Getaci, yang dikenal sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia, kini menghadapi tantangan serius. Setelah dua kali lelang, hasilnya tetap sama: lelang jalan tol gagal menarik investor.

Baca juga: Pindad Siap Buat Mobil Kepresidenan dengan Desain Transparan, Usai Usulan dari Presidan Prabowo!

Baca juga: Perayaan Hari Tatar Sunda 18 Mei 2026, Jadi Peringatan Identitas Budaya Sunda Zaman Lampau!

Pada lelang pertama, pemerintah bahkan telah memilih pemenang. Namun, konsorsium tersebut gagal memenuhi kewajiban pembiayaan atau penutupan keuangan, sehingga proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Situasi menjadi lebih rumit ketika lelang kedua gagal menarik investor. Hal ini memperkuat anggapan bahwa kegagalan tender jalan tol Getaci bukan hanya masalah teknis, tetapi lebih menyangkut kelayakan proyek secara keseluruhan.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Infrastruktur Strategis (PUKIS), M. M. Gibran Sesunan, menilai bahwa proyek ini kurang menarik secara komersial. Beliau menekankan perlunya perubahan strategi untuk menghindari kegagalan yang berulang.

Informasi yang kami lansir dari lintaspriangan.com, Beberapa faktor menjadi alasan utama mengapa Jalan Tol Getaci gagal menarik investor. Pertama, nilai investasi yang sangat besar menjadikan proyek ini berisiko tinggi. Investor membutuhkan dana yang besar dengan jangka waktu pengembalian yang panjang.

Kedua, proyeksi lalu lintas yang tidak teratur pada ruas Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Ruas Tasikmalaya-Cilacap diperkirakan memiliki volume kendaraan yang rendah, sehingga berdampak pada potensi pendapatan tol.

Baca juga: Usulan Desain Mobil Kepresidenan Transparan untuk Kunjungan, Pindad Siap Wujudkan Keinginan Presiden!

Ketiga, lambatnya laju investasi infrastruktur di Indonesia telah membuat investor lebih berhati-hati. Proyek infrastruktur dianggap membutuhkan investasi modal yang besar dan memiliki risiko tinggi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST