Pemprov Jabar Minta Tol Getaci Dilanjutkan, Anggaran Dana Rp2,9 Triliun Sudah Dilepaskan!
--
"Kalau perkembangan Tol Getaci, sampai sekarang realisasinya uang yang sudah keluar hampir Rp 3 triliun, tepatnya sekitar Rp 2,9 triliun. Itu keseluruhan untuk pembebasan tanah sampai ke selatan" kata Dudung pada Senin, 11 Mei 2026.
Namun, Dudung menjelaskan bahwa proses konstruksi belum ideal, karena proses tender untuk ruas Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap belum menarik minat investor.
Baca juga: Daftar Judul Film Nicholas Saputra Terbaik, Mulai dari Kisah Romansa Hingga Film Musikal!
Baca juga: Perayaan Hari Tatar Sunda 18 Mei 2026, Jadi Peringatan Identitas Budaya Sunda Zaman Lampau!
"Terkait tender kan sudah beberapa kali dilakukan dan belum berhasil sampai sekarang. Jadi warga Jawa Barat, terutama Tasikmalaya dan sekitarnya, harus bersabar,," ujarnya.
Prioritaskan Akses ke Tasikmalaya
Menyoroti kegagalan tender dan lelang yang terus-menerus terjadi, Direktur Eksekutif Pusat Studi Infrastruktur Strategis (PUKIS), MM Gibran Sesunan, menyarankan agar pemerintah mengubah strategi pembangunan dan bisnisnya.
Menurutnya, alasan utama kurangnya minat bisnis terletak pada ketidakseimbangan antara biaya investasi yang besar dan pendapatan yang diproyeksikan. Getaci membutuhkan modal yang sangat besar, tetapi volume lalu lintasnya tidak teratur.
"Traffic atau tingkat kepadatan kendaraan, hanya akan tinggi di ruas Gedebage hingga Tasikmalaya. Sedangkan segmen Tasikmalaya menuju Cilacap sangat rendah," kata Gibran dalam siaran pers pekan lalu.
Untuk menarik investor ke pengembangan Jalan Raya Getaci, Gibran menyarankan, antara lain, membagi proyek tersebut menjadi dua paket lelang terpisah.
Baca juga: Kasus Pembuangan Bayi di Jogoroto Jombang Tuai Kecaman, Sang Ibu Tak Tahan Lapor ke Puskesmas!
Paket lelang pertama akan mencakup ruas jalan sepanjang 95,52 km antara Gedebage dan Tasikmalaya, dan yang kedua, ruas jalan sepanjang 111,13 km antara Tasikmalaya dan Cilacap.
Gibran menekankan bahwa membagi jalan raya menjadi dua paket akan mengurangi beban modal bagi investor. Ruas jalan menuju Tasikmalaya jauh lebih mudah dijual karena potensinya untuk lalu lintas harian yang padat.
"Harus ada terobosan jangan hanya terjebak dalam siklus lelang dan gagal tanpa kemajuan berarti. Tidak apa-apa jika pembangunan difokuskan sampai Tasikmalaya terlebih dahulu agar aktivitas ekonomi di wilayah tersebut segera menggeliat," katanya.
Dengan skema ini, Gibran menyatakan bahwa beban investasi akan lebih rendah, sehingga meningkatkan peluang untuk menarik investor.
Lebih lanjut, jika ruas Gedebage-Tasikmalaya beroperasi terlebih dahulu dan lalu lintas kendaraan mulai meningkat, ruas lanjutan ke Cilacap akan lebih mudah ditawarkan kepada investor.
"Ketika konektivitas dan aktivitas ekonomi sudah tumbuh sampai Tasikmalaya, pemerintah nantinya akan lebih mudah menarik investor untuk melanjutkan ruas berikutnya," katanya.