Bencana Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi: Ribuan Warga Terdampak, Jalur Transportasi Lumpuh
--
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan di wilayah Jawa Barat, termasuk Sukabumi.
Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang diprediksi masih berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari.
BPBD mengimbau keras kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan di bawah lereng perbukitan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh. Jika hujan turun secara terus-menerus dengan durasi lebih dari dua jam, warga diminta untuk segera mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih tinggi demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Dikonfirmasi terpisah, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Palabuhanratu, Noerman Perbawana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut tumbangnya tiang diakibatkan oleh pergerakan tanah di sekitar lokasi kejadian akibat cuaca ekstrem.
"Betul infonya akibat hujan yang intensitas lama, sehingga tanahnya tergerus longsor," ungkap Noerman.
Meski insiden tersebut cukup parah, Noerman memastikan tidak ada gangguan aliran listrik yang dialami oleh masyarakat sekitar. Petugas saat ini tengah fokus melakukan penanganan dan evakuasi tiang di lokasi kejadian.
"Betul sedang proses penanganan, alhamdulillah tidak ada (pemadaman ke pelanggan) karena dimanuver atau dialihkan suplainya," jelas Noerman