Monday 15th of June 2026

Heboh Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobilnya, Diduga Jadi Korban Intimidasi Setelah Demo di Yogyakarta

Heboh Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobilnya, Diduga Jadi Korban Intimidasi Setelah Demo di Yogyakarta

--

JOINNOOP – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto mengejutkan publik setelah mengaku menemukan sebuah alat pelacak (GPS tracker) misterius yang terpasang di kendaraan pribadinya. Penemuan ini mencuat ke permukaan setelah sang eks fungsionaris mahasiswa tersebut membagikan kronologi dan bukti visual penemuan alat tersebut melalui akun media sosial pribadinya.

Kejadian ini langsung memicu respons emosional dari kalangan aktivis, akademisi, hingga netizen luas. Banyak pihak menilai insiden ini bukan sekadar masalah privasi biasa, melainkan bentuk intimidasi dan pengawasan ilegal (surveillance) yang sistematis terhadap figur-figur yang vokal dalam menyuarakan kritik sosial.

Baca juga: Akhir Kasus WO Ayu Puspita, Polisi Telah Tetapkan 2 Tersangka dengan Hukuman Berat dan Kerugian Korban Tembus Rp11,5 Miliar

Baca juga: Code Redeem Volleyball Legends Juni 2026 Terbaru, Klaim Yen Gratis dan Hadiah Eksklusif Sebelum Kedaluwarsa

Kronologi Penemuan Alat Pelacak

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan resminya, penemuan ini bermula dari kecurigaan terhadap kondisi kelistrikan mobil yang tidak stabil dan adanya kejanggalan pada beberapa bagian bodi kendaraan. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh secara mandiri, ditemukan sebuah perangkat elektronik kecil berbentuk kotak hitam yang sengaja disembunyikan di bagian bawah mobil.

Setelah diteliti lebih lanjut, perangkat tersebut dipastikan sebagai alat pelacak posisi berbasis GPS yang dilengkapi dengan kartu SIM aktif untuk mengirimkan data lokasi secara langsung (real-time).

Eks Ketua BEM UGM tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memasang alat tersebut dan tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pemasangannya.

Sebagai mantan pimpinan organisasi mahasiswa di salah satu universitas terbesar di Indonesia, sosoknya memang dikenal aktif memimpin berbagai aksi demonstrasi dan menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, muncul spekulasi kuat bahwa pemasangan alat pelacak ini berkaitan erat dengan aktivitas politik dan pergerakan mahasiswa yang pernah atau sedang ia jalani.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST